JK Jawab Rismon soal Tudingan Rp5 M Hasil AI: Dia Tak Bantah Isi Video

5 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) angkat suara terkait pengakuan Rismon Hasiholan Sianipar yang menjadi korban AI buntut video pendanaan Rp5 miliar di kasus ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

JK menilai bantahan Rismon hanya sebatas bahwa video itu tidak dibuat oleh dirinya secara langsung. Akan tetapi, kata dia, Rismon tidak membantah pernyataan dalam video soal dirinya yang menyediakan uang Rp5 miliar kepada Roy Suryo Cs.

"Dia hanya mengatakan itu bukan dia yang melakukan, tapi tidak membantah isinya. Tidak membantah," ujarnya kepada wartawan di Bareskrim Polri, Rabu (8/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hanya membantah bukan dia yang bikin. Bisa saja dia minta orang lakukan. Dia tidak membantah bahwa saya membayar Rp5 miliar," imbuhnya.

JK mengaku akan mempertimbangkan tidak melanjutkan proses hukum jika sedari awal Rismon membantah isu pendanaan Rp5 miliar. Hanya saja, kata dia, hal itu tidak kunjung dilakukan oleh Rismon.

"Kalau dia membantah bahwa itu tidak benar, bahwa Pak JK kasih Rp 5 miliar, kasih uang, mungkin ada manfaatnya. Tapi kalau mengatakan itu AI, itu tidak ada artinya untuk saya," tuturnya.

Oleh karenanya, ia memutuskan untuk membuat laporan langsung dugaan penyebaran hoaks dan pencemaran nama baik yang dilakukan Rismon ke Bareskrim Polri.

Laporan itu diterima dan teregister dengan nomor LP/B/135/IV/2026/SPKT/Bareskrim Polri.

"Saya melaporkan Rismon Sianipar atas perbuatannya yang saya anggap itu merugikan saya karena mengatakan saya ini mendanai Roy Suryo dan kawan-kawan untuk soal ijazah Pak Jokowi," ujarnya.

JK menilai tudingan tersebut sangat tidak etis bahkan sangat menghina dirinya. Pasalnya, ia mengatakan pernah mendampingi Jokowi sebagai Wakil Presiden selama lima tahun.

"Sangat tidak etis bagi saya, Pak Jokowi itu Presiden yang saya wakilnya. Kita sama-sama di pemerintahan, bersama-sama selama lima tahun," tuturnya.

"Masa saya bayar orang Rp5 miliar untuk menyelidiki beliau. Itu tidak pantas dan tidak mungkin saya lakukan. Itu penghinaan dan merugikan martabat saya," sambungnya.

(tfq/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |