Jakarta, CNN Indonesia --
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan langsung mengambil langkah tegas terkait aduan warga di aplikasi JAKI yang hasilnya ditindaklanjuti dengan foto editan atau Artificial Intelligence (AI).
Ia menginstruksikan jajaran Inspektorat untuk turun tangan menelusuri dugaan pelanggaran yang melibatkan aparatur wilayah setempat.
"Urusan dengan AI yang ada di JAKI. Saya sudah meminta kepada Inspektorat untuk memeriksa apakah itu lurahnya, lurah di Kalisari maupun Kasubdinnya," ujar Pramono di Pasar Gardu Asem, Jakarta Pusat, Senin (6/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pramono memastikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak akan menoleransi tindakan manipulatif dalam pelayanan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pihak yang terbukti memanipulasi tindak lanjut pelaporan akan langsung dijatuhi sanksi demi menjaga prinsip keterbukaan publik.
"Siapapun yang salah harus diberikan hukuman dan ini tidak boleh terulang kembali. Karena bagaimanapun bagi Pemerintah Jakarta, transparansi itu menjadi hal yang penting," tegas Pramono.
Dalam hal menyelesaikan keluhan masyarakat di lapangan, Pramono mengutamakan dan lebih menghargai kejujuran aparatnya terkait progres penanganan masalah.
Ia menilai bahwa memalsukan penyelesaian aduan menggunakan AI sama halnya dengan melakukan pembohongan secara langsung kepada warga Jakarta.
"Lebih baik misalnya lah, belum selesai ya belum selesai saja dari pada kemudian dilakukan dengan AI yang notabene itu membohongi dan kami, saya sudah meminta kepada Inspektorat untuk diberikan sanksi untuk itu," ujar Pramono.
Laporan awal warga tersebut menyoroti masalah parkir liar di salah satu perumahan di kawasan Jakarta Timur.
Dalam foto aduan yang dilampirkan, tampak deretan mobil terparkir bebas di bahu jalan beserta seorang petugas berpakaian oranye yang berdiri di lokasi.
Namun, kejanggalan muncul pada foto bukti tindak lanjut di aplikasi JAKI.
Meski deretan mobil tersebut tampak sudah menghilang, sudut pengambilan gambar sama sekali tidak berubah.
Selain itu, terdapat detail yang tidak wajar pada pakaian petugas di dalam foto tersebut.
Sederet kejanggalan inilah yang memicu dugaan bahwa pihak terkait memanipulasi penyelesaian masalah menggunakan foto hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI).
(kna/isn)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
6
















































