loading...
Presiden AS Donald Trump kesal setelah Iran dilaporkan memungut biaya pada kapal-kapal yang lewat Selat Hormuz selama gencatan senjata berlangsung. Foto/NDTV
TEHERAN - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kesal kepada Iran karena mengenakan pungutan biaya kepada kapal-kapal tanker yang melewati Selat Hormuz. Dia memperingatkan Teheran untuk berhenti melakukannya.
Teheran telah setuju untuk membuka kembali jalur perairan penting tersebut sebagai bagian dari gencatan senjata selama dua minggu, yang dimulai sejak Rabu. Namun, negara Islam itu dilaporkan menutup kembali selat tersebut dengan alasan Israel terus membombardir Lebanon yang menewaskan ratusan orang.
Baca Juga: Iran Tutup Lagi Selat Hormuz setelah 100 Rudal Israel Bunuh 254 Orang di Lebanon
"Ada laporan bahwa Iran memungut biaya kepada kapal tanker yang melewati Selat Hormuz—Sebaiknya mereka tidak melakukannya, dan jika memang melakukannya, mereka harus segera berhenti!" tulis Trump di platform Truth Social miliknya, seperti dikutip dari AFP, Jumat (10/4/2026).
Laporan dari Financial Times menyebutkan bahwa rezim Iran berencana mengenakan biaya sebesar USD1 per barel minyak untuk kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz, dengan pembayaran dilakukan dalam mata uang kripto.
Laporan lain dari The Wall Stret Journal menyatakan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran meminta kapal-kapal yang ingin melewati Selat Hormuz untuk mengatur pembayaran tol terlebih dahulu dalam mata uang kripto atau yuan China selama gencatan senjata dua minggu dengan AS. Beberapa awak kapal bahkan melaporkan siaran yang memperingatkan bahwa kapal tanpa persetujuan berisiko menjadi sasaran serangan.
Hanya segelintir kapal yang diizinkan lewat pada hari-hari tertentu minggu ini, menurut data pengiriman yang dikutip oleh pelaku pasar, sebagaimana dikutip dalam laporan tersebut.
Dalam pesan kedua beberapa menit kemudian, Trump menambahkan, "Dengan sangat cepat, Anda akan melihat minyak mulai mengalir, dengan atau tanpa bantuan Iran."
Pemimpin AS itu melanjutkan rentetan unggahan media sosialnya dengan unggahan lain yang menuduh "Iran melakukan pekerjaan yang sangat buruk, bahkan bisa dibilang tidak terhormat, dengan mengizinkan minyak melewati Selat Hormuz. Itu bukan kesepakatan yang kita miliki!"
















































