Wali Kota Jaktim Tinjau Try Out Gratis Pelajar KJP

5 hours ago 3

loading...

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin meninjau langsung pelaksanaan program Intensive UTBK Naiju sebagai tindak lanjut dari program try out gratis bagi pelajar penerima KJP di Kantor Naiju, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Foto: Ist

JAKARTA - Wali Kota Jakarta Timur Munjirin meninjau langsung pelaksanaan program Intensive UTBK Naiju sebagai tindak lanjut dari program try out gratis bagi pelajar penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) di Kantor Naiju, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Program ini merupakan tahap lanjutan dari rangkaian try out gratis yang sebelumnya digelar Pemkot Jakarta Timur bersama Naiju sebanyak 5 kali.

Melalui program intensif tersebut, puluhan siswa kelas 12 dari keluarga kurang mampu dipersiapkan secara khusus untuk menembus Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Baca juga: Siapkan Siswa Masuk PTN, Pramono Luncurkan KJP Try Out Perdana di Jakarta

‎Munjirin mengatakan, program intensif ini menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi siswa penerima KJP. Dia berharap seluruh peserta yang mengikuti program dapat diterima di perguruan tinggi negeri.

‎Dari hasil try out yang telah dilaksanakan, sebanyak 15 peserta didik diketahui telah mendapatkan panggilan dari universitas negeri melalui jalur undangan. Sementara itu, program intensif yang awalnya hanya menampung 20 peserta kemudian ditambah menjadi 30 peserta karena tingginya antusiasme pelajar dan permintaan dari pihak sekolah serta orang tua.

‎"Jadi yang sudah masuk di jalur undangan ada 15 peserta didik, kemudian yang mengikuti program intensif ini ada 30 anak. Mudah-mudahan semuanya bisa masuk PTN," ujar Munjirin, Selasa (7/4/2026).
‎.
‎‎Program Intensive UTBK Naiju dijadwalkan berlangsung selama 20 hari ke depan. Selama periode tersebut, peserta akan mendapatkan pendampingan intensif mulai dari pembelajaran materi hingga bimbingan proses pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

‎Ke depan, Pemerintah Kota Jakarta Timur berharap program try out dan intensif UTBK ini dapat berlanjut setiap tahun dan bahkan menjadi kebijakan resmi Pemprov Jakarta melalui penganggaran dalam APBD.

‎‎Pembina Yayasan Indonesia Pintar Berkeadilan Sosial Taufik Rendusara yang akrab disapa Tope menuturkan keberhasilan masuk PTN tidak semata-mata ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh proses pembinaan yang berkelanjutan.

‎"Pada prinsipnya kita ingin menyampaikan bahwa diterima di perguruan tinggi negeri favorit itu bukan karena pintar, tapi karena memang kemampuan dirinya diasah, diasih, dan diasuh dengan baik," ungkapnya.

Program intensif tersebut diberikan secara gratis kepada seluruh peserta, termasuk kebutuhan makan, transportasi, hingga biaya pendaftaran perguruan tinggi bagi siswa yang dinyatakan lulus seleksi.

‎"Program ini free 100 persen, Naiju yang bertanggung jawab biayanya. Makan, minum, transport, sampai nanti biaya pendaftaran bagi mereka yang keterima, insyaallah akan kami tanggung," ujarnya.

‎"Awalnya kita memang 20 peserta, tapi karena banyak guru yang menghubungi dan antusiasme murid sangat tinggi akhirnya kuota ditambah menjadi 30. Kami optimis 30 peserta ini bisa diterima di perguruan tinggi negeri," tambah Tope.

(jon)

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |